MUSCULOSKELETER DISORDERJ
→ Keluhan bagian otot skelet derajat ringan – berat (Grondjean, 1993,
Jenis Keluhan Otot:
1. Reucusible : Sementara pada saat menerima beban statis
2. Persistent : Menetap akibat paparan kerja otot statis yang lama
Keluhan Skeletal yang terbanyak:
- Low Back Pain (LBP)
AS : 20% dari semua kasus penyakit akibat kerja
National Safety Council (AS): 22% dari 1.700.000 Kasus di tempat kerja
PENYEBAB: Pembebanan melebihi kemampuan otot
Kekuatan otot sfektif bila digunakan sekitar 15-20% bila lebih dari 20% menyebabkan injury.
Peter Vi (2000)
Sebab Kelelahan Otot:
1. Peregangan otot yg extreme (over extertion) melebihi kekuatan otot
2. Aktivitas berulang: dilakukan terus menerus → Cumulatis Trauma Disorderj
3. Sikap kerja tidak alamiah:
- Akibat karakteristik tugas
- Ketidak sesuaian antrometri dgn stasioner kerja/work station.
Diindonesia D terjadi akibat dimensi peralatan yang tdk sesuai.
Mis: mesin2 impor
Penyebab sekunder:
- Tekanan otot pada hand-tools (alat yg dipegang tangan)
- Getaran/vibrasi: kontraksi otot, asam laktat meningkat
- Mikroklimasi: tempreatur rendah akan menurunkan kekuatan otot
Cumulative Trauma Disorderj (akibat Tekanan Berulang)
- Over exertion
- Over Streching
- Over Compressed
Misal:
- Terdinitis
- Corval Tunneli Syndrome
- Epicordilitis
- N. medianus
Posisi Mengangkat & Angkut yang tidak alamiah
Contoh: Permenaker & Kop 01/men/kep 78 tentang K3 dalam pemotongan kayu
| | Dewasa | Muda | ||
| Laki2 | Perempuan | Laki2 | Perempuan | |
| Sekali2 | 40 | 15 | 15 | 10-12 |
| Terus menerus | 15-18 | 10 | 10-15 | 6-9 |
Pengorganisasian Kerja
Pengaturan waktu istirahat, lembur & waktu kerja 8jam/hari → 40 jam/minggu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar