Senin, 05 Juli 2010

Ergonomi

MUSCULOSKELETER DISORDERJ

Keluhan bagian otot skelet derajat ringan – berat (Grondjean, 1993,

Jenis Keluhan Otot:

1. Reucusible : Sementara pada saat menerima beban statis

2. Persistent : Menetap akibat paparan kerja otot statis yang lama

Keluhan Skeletal yang terbanyak:

- Low Back Pain (LBP)

AS : 20% dari semua kasus penyakit akibat kerja

Australia : 15-17 %

National Safety Council (AS): 22% dari 1.700.000 Kasus di tempat kerja

PENYEBAB: Pembebanan melebihi kemampuan otot

Kekuatan otot sfektif bila digunakan sekitar 15-20% bila lebih dari 20% menyebabkan injury.

Peter Vi (2000)

Sebab Kelelahan Otot:

1. Peregangan otot yg extreme (over extertion) melebihi kekuatan otot

2. Aktivitas berulang: dilakukan terus menerus Cumulatis Trauma Disorderj

3. Sikap kerja tidak alamiah:

- Akibat karakteristik tugas

- Ketidak sesuaian antrometri dgn stasioner kerja/work station.

Diindonesia D terjadi akibat dimensi peralatan yang tdk sesuai.

Mis: mesin2 impor

Penyebab sekunder:

- Tekanan otot pada hand-tools (alat yg dipegang tangan)

- Getaran/vibrasi: kontraksi otot, asam laktat meningkat

- Mikroklimasi: tempreatur rendah akan menurunkan kekuatan otot

Cumulative Trauma Disorderj (akibat Tekanan Berulang)

- Over exertion

- Over Streching

- Over Compressed

Misal:

- Terdinitis

- Corval Tunneli Syndrome

- Epicordilitis

- N. medianus

Posisi Mengangkat & Angkut yang tidak alamiah

Contoh: Permenaker & Kop 01/men/kep 78 tentang K3 dalam pemotongan kayu

Dewasa

Muda

Laki2

Perempuan

Laki2

Perempuan

Sekali2

40

15

15

10-12

Terus menerus

15-18

10

10-15

6-9

Pengorganisasian Kerja

Pengaturan waktu istirahat, lembur & waktu kerja 8jam/hari 40 jam/minggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar