Senin, 05 Juli 2010

Implemantasi K3

IMPLEMENTASI K3

RUMAH SAKIT

l Peralatan medis

l Peralatan non medis

l Penderita

l Pengunjung

l Karyawan

FAKTOR-FAKTOR RISIKO

l Faktor biologi

l Faktor kimia

l Faktor fisika

l Faktor ergonomi

l Faktor psikososial

FAKTOR BIOLOGI

l Bakteri

l Jamur

l Virus

l Protozoa, dll

FAKTOR KIMIA

l Antiseptik

l Sisa gas anesthesi

l Formaldelhida

l Obat-obat di gudang apotik

FAKTOR FISIKA

l Kebisingan

l Getaran

l Pencahayaan ruangan

l Suhu / kelembaban udara

l Radiasi

FAKTOR ERGONOMI

l Keserasian antara alat kerja, cara kerja, postur / anatomi dan posisi bekerja

l Keuhan muskuloskeletal, beban kerja tinggi kecelakaan kerja

FAKTOR PSIKOSOSIAL

l Tuntutan pekerjaan : beban kerja, kerja shift, tanggungjawab, target / waktu.

l Struktur organisasi : konflik peran, persaingan, pemanfaatan kemampuan.

l Dukungan / kendala : hubungan dengan atasan, antar teman, partisipasi.

l Kondisi masyarakat

KECELAKAAN KERJA DI RS

l Di ruang terbuka : terpeleset, tersengat listrik.

l Di ruang bedah : tertusuk jarum, sisa gas anesthesi.

l Di laboratorium : benda tajam, bahan kimia, ledakan.

l Di dapur : terpeleset, air panas

KEGIATAN K3 DI RUMAH SAKIT

l Pengenalan masalah :

Proses dan alur kerja bahan yang dipergunakan

l Identifikasi

pengukuran lingkungan kerja

l Pengendalian

administratif (kebijakan, sop)

teknis (isolasi, substitusi)

perorangan (pemeriksan kesehatan, apd)

DAERAH BERISIKO TINGGI DI RUMAH SAKIT

l Instalasi gawat darurat

l Laboratorium

l Dapur

l Laundry

l Kamar bedah

l Ruang sterilisasi

l Ruang perawatan

PANITIA K3 - RS

l Tugas :

l Menyusun pedoman, kebijakan dan rencana program.

l Membuat rekomendasi.

l Mengadakan pelatihan.

l Memantau dan membuat laporan pelaksanaan k3 di rs

l Melakukan evaluasi

l Bidang pengamanan peralatan medik, radiasi dan limbah radioaktif.

l Bidang pengamanan peralatan berat non medik, pengamanan dan keselamatan bangunan.

l Bidang pengembangan sanitasi sarana kesehatan.

l Bidang pelayanan kesehatan kerja dan penyakit akibat kerja

SEKTOR INFORMAL

l Terminologi ilmu ekonomi :

sektor kegiatan ekonomi marginal atau kegiatan ekonomi kecil-kecilan.

usaha ekonomi di luar sektor modern atau sektor formal

Ciri-ciri sektor informal

l Pola kegiatan tidak teratur (modal, waktu,dll)

l Tidak tersentuh peraturan / ketentuan pemerintah.

l Modal, peralatan & perlengkapan dalam skala kecil.

l Tempat usaha tidak permanen atau bangunan perumahan.

l Tidak punya keterikatan dengan perusahaan besar.

l Tidak membutuhkan keahlian & ketrampilan khusus.

l Tidak punya ijin usaha.

l Mempekerjakan tenaga dari lingkungan keluarga, kenalan, atau daerah yang sama.

MASALAH SEKTOR INFORMAL

l Kapasitas kerja :

tingkat kesehatan minimum : anemia, tbc, hepatitis dll

l Beban kerja :

beban kerja fisik, jumlah jam kerja

l Beban tambahan dari lingkungan kerja :

ergonomi, fisik, kimia, biologis, sosial

DATA KAPASITAS KERJA PENELITIAN DI 6 PROPINSI

l Anemia : 100% nelayan di sul-sel.

l Gizi buruk : 33,3 – 65% kel. Pengrajin.

l Deff. Vit a : 43,8% pengrajin di sumut.

l Malaria : 76,77 % penyelam mutiara.

l Hipertensi sedang : 64% di riau.

DATA BEBAN KERJA

l Masih terjadi variasi jam kerja , namun umumnya bekerja lebih dari 7 jam / hari.

l Memiliki beban kreja tambahan / sampingan, terutama sektor jasa.

DATA BEBAN TAMBAHAN

l Kebisingan ; melampaui nab pd pengrajin.

l Pencahayaan : kurang pd pengrajin

l Tekanan panas : pengrajin, nelayan, petani

l Tekanan barometrik : penyelam mutiara

l Sinar uv : pengrajin batubata, keramik, batu kapur, petani, nelayan.

l Debu : pengrajin batu bata, keramik dan batu kapur.

l Bahan kimia : pengrajin.

l Ergonomik : pengrajin, petani.

l Biologis : petani dan nelayan

K3 SEKTOR INFORMAL

l Memanfaatkan sistem pelayanan kesehatan dan program yang sudah ada ukk

l Mampu dijangkau masyarkat pekerja informal.

l Melibatkan potensi masyarakat

l Bertahap dan berkesinambungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar